Awal Ngampus
Berawal
dari pertama masuk Universitas swasta di jawa timur, membuat gue bangga menjadi
mahasiswa. Karena menurut gue Mahasiswa adalah awal di mana transisi dari ABG
labil aja menuju ABG labil banget, dikarenakan tidak tentunya jadwal kuliah
gara-gara di php-in sama dosen pengajar.
Status
mahasiswa merupakan status terkeren yang pernah gue dapat, karena sebelumnya
status yang pernah gue dapat adalah jomblo, HTS (Hubungan Tanpa Status) dan
yang terakhir adalah status JLB yaitu kepanjangan (Jomblo Labil Banget).
Menurut
artikel yang gue baca di Mbah Google, Mahasiswa adalah
calon manusia intelek dari perguruan tinggi sebagai agen perubahan tentu
memiliki banyak karakteristik dan kepribadian berbeda-beda sehingga membuat
satu sama lain menjadi gak sama[1].
Jika dilihat dari sudut pandang kepribadianya
pun dalam menyikapi persoalan kondisi lapangan tentang kuliah pun beragam, ada
yang karena paksaan orang tua, ataupun motivasi diri untuk menjadi sukse di
kemudian hari.
Meski tujuan mereka berbeda namun tugas
mahasiswa sebagai agen perubahan tentu harus tetap di laksanakan sebagai
kewajiban mereka sebagaimana layaknya mahasiswa.
Walau memiliki karakteristik dan
perbedaan yang beragam namun tetap harus menjaga persaudaraan antar sesama mahasiswa
agar tetap solid, karena kita tahu perbedaan itu indah, dan
tak selamanya selingkuh itu indah.
Berikut adalah kelompok-kelompok
mahasiswa yang tercipta akibat korban pendididikan saat berada di kampus. Diantaranya
adalah :
- Mahasiswa kupu-kupu
Kupu-kupu? Alias KUliah PUlang-KUliah PUlang,
mahasiswa tipe ini paling males banget ikut yang namanya organisasi kampus dan
anti banget sama yang namanya aktivis, prinsipnya adalah kuliah untuk belajar
dan terus belajar dengan moto hidup: tiada hari tanpa belajar.
Kebiasaan datang paling awal (mungkin buka
gerbang
kampus kali yah, gantiin tugas satpam) atau
duduk paling depan biar kelihatan dan di perhatikan sama dosen pengaja,
Mahasiswa ini selalu menjunjung tinggi absen dalam dirinya dan berkomitmen
selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat mahasiswa dengan cara rajin
mengisi absen saat kuliah meski IPK pas-pasan.
Mahasiswa jenis ini paling sering
dijumpai, bersifat pasif di kampus akan pergerakan-pergerakan dan paling cinta
banget dengan IPK, pokoknya dipertahanin banget jangan sampai dapet nilai B,
bahkan parahnya sering membuat status dengan hastag #saveIPK
- Mahasiswa kura-kura
Yang satu ini hampir 180° kebalikan
dari yang pertama tadi, tiada hari tanpa organisasi alias ‘KUliah RApat-KUliah RApat’,
intinya organisasi nomer satu di hati dengan moto hidup “banyak organisasi
banyak rezeki” jarang perhatian dengan tugas yang menumpuk karena lebih sering
menyusun laporan kegiatan.
Banyak organisasi yang diikuti bahkan
ikut beberapa UKM[2]
juga dengan alasan belajar itu gak cuma sama dosen.
Mahasiswa jenis ini kebanyakan walau
jarang belajar namun IPK mereka tergolong tinggi, karena aktif di kelas dengan
segudang pertanyaan yang diajukan kepada dosen maupun pada temennya saat
presentasi, banyak omongnya sampai gak nyambung di sambung-sambungin.
- Mahasiswa kunang-kunang
Mahasiswa yang satu ini hidupnya
terkadang gak jelas banget dan mempunyai pola hidup yang sering memanfaatkan
waktu luang saat kuliah untuk nangkring disegala sudut kampus dengan moto
“
Nangkring is My Live.”
Sama kaya jailangkung, pulang tak di antar
datang tak dijemput, alias ngilang mulu dikit-dikit kantin dengan kebiasaan ‘KUliah
NAngkring- KUliah NAngkring’, sembari menghilangkan kebosanan terhadap mata
kuliah yang semakin hari semakin susah bersama teman senasib dan se-visi-misi
dan seperjuangan, mereka lebih memilih nangkring di kantin seharian, semalaman,
bahkan mendirikan tenda di kantin saking cintanya mereka terhadap kantin.
Tipe ini mempunyai kebiasaan datang
terlambat dan cuek banget sama dosen, gak ngrasa salah udah telat, maklum
kerjaannya tiap malem begadang di perempatan dengan segelas kopi, jadinya gitu
deh! Bangun kesiangan.
Selain itu mahasiswa jenis ini sering
mengabaikan tugas, dengan mengandalkan temannya untuk di contek, gak bener gak
papa deh yang penting “ngumpulkan tugas daripada gak ngumpulin!!” Bener banget
gan prinsipnya. Menjalani kuliah santai baget dengan moto hidup “jalani hidup
seperti air mengalir,” di buat selow wae.
- Mahasiswa Kubis
Nah yang satu ini kebayakan anak
ekonomi, perhitungan banget, kalau kuliah bisa depet uang kenapa enggak! Alias KUliah
BISnis, berangkat ke kampus bawa catalogue
baju, daleman, kerudung, bahkan binatang-binatang ternak dan perlengkapan
busana lainnya.
Kebanyakan aktifitas seperti ini
dijadikan kesempatan untuk nambah penghasilan kuliah sembari berbisnis di area
kampus, bahkan barang dagangannya dibawak ke kampus buat ditawarin ke temen
sendiri atau mempromosikan barangnya kepada dosen dengan embel-embel potongan
harga atau kreditan bulanan.
Bahkan di kelas pun sistem untung-rugi!
Ada yang titip foto copy gak? Beli buku? Dan kebutuhan sehari-hari lainya. Seperti
perusahaan jasa gitu,mencari kesempatan dalam kesempitan yang direncanakan.
Pokoknya dapat penghasilan tambahan di
dalam kelas, dan selalu memiliki prinsip “Time
is money” dimanapun ia berada.
Mahasiswa tipe ini, kamu harus
hati-hati saat ingin ketemu teman lama pasti ada maksud tertentu, modus lah
istilahnya, dengan menawarkan produk MLM[3]-nya
dan lebih parah lagi status FBnya MLM semua! Dengan moto hidup ”kuliah kerja
nyata” emang sih kuliah kebanyakan cuma teori doang.
Mahasiswa seperti ini sangat peka
terhadap teknologi sehingga tidak hanya menjual saja namun sekaligus menjadi
mempromosikannya lewat jejaring social, seperti FB, Twitter, BBM dll. Yang
menjadi target utama eksekusinya adalah mahasiswa dan dosen. Bahkan mahasiswa
ini membuat grup ONLINE SHOP di BBMnya dan menambahkan semua temannya ke grup
yang telah ia buat.
- Mahasiswa kuda-kuda
Mahasiswa tipe seperti ini aktivis
banget, karena mereka tau apapun pekerjaan maupun kesibukan tugas sebagai
pendakwah adalah kewajiban dengan istilah mahasiswa KUliah DAkwah- KUliah
DAkwah.
Mahasiswa
seperti ini perlu dicontoh dan ditauladani, meski keberadaannya tergolong
jarang di kampus namun sikap optimis mereka tak pernah lekang oleh waktu dalam
mengsyiarkan ajaran Islam di area kampus dan sekitarnya.
Mengemban amanah sebagai ujung tombak
perubahan hidupnya, untuk menyongsong kebangkitan islam akhir zaman serta
mengajak para mahasiswa untuk melaksanakan kebaikan sesuai dengan syariat.
Pergerakan mereka biasanya dalam
naungan LDK[4].
Mahasiswa tipe ini istiqomah banget gan! Berangkat ke kampus langsung menuju
masjid, pulang dari kampus masjid lagi.
Bahkan banyak diantaranya sampai
tinggal di masjid dan musollah kampus, hatinya udah terikat sama yang namanya
mesjid dan musollah. Dimana ada musollah/mesjid disitulah dia berpijak dan
mulai berdakwah dan selalu mempunyai prinsip “dakwah adalah kewajiban, dan
kewajiban adalah dakwah,” dengan moto hidup.
“Sampaikanlah
Walau Satu Ayat.”
Dari
beberapa jenis mahasiswa yang sudah gue baca dari artikel online, Gue sendiri masih gak tau kalau gue termasuk jenis
mahasiswa yang mana dan apa, yang jelas dengan keadaan bersemangat, gue mulai
terburu-buru masuk kuliah.
Untuk
pertama kalinya dengan tergesa-gesa berlari menuju kelas, dimana saat itu mata
kuliah yang gue tempuh sudah dimulai dan gue kesiangan bangun gara-gara gue gak
bisa tidur mikirin pengen buru-buru pagi dan keburu pengen masuk kuliah.
Namun
nasi sudah menjadi bubur dan buburpun sudah tak bisa menjadi agar-agar,
gara-gara terlalu bersemangat,gue malah kebablasan bangun karena semalaman gak bisa
tidur sampai larut menjelang jam 2 pagi.
Padahal
jadwal gue kuliah adalah jam 09.00 WIB dan gue malah bangun jam 09.01 WIB.
Dengan terburu-buru, gue mulai ke kamar mandi, tentunya saat itu gue gak
mungkin buat mandi karena waktu sudah menujukkan batas kuota yang sudah di
tentukan untuk gue kuliah.
Hanya
bermodal air lima jari untuk mengusap wajah dan air dua jari yang gue usapkan
kepada kedua selah pinggir mata untuk membersihkan belek yang menempel dimata.
Gue
berangkat kuliah dengan apa adanya tanpa membawa sehelai alat tulispun ditangan
gue dan hanya bermodal nekad untuk minjem pulpen dengan kertas sama teman baru
pas dosen ngajar.
Saat
gue sampai ke halaman kampus, gue berlari sekuat tenaga layaknya kriminal kelas
kakap yang lagi di kejar-kejar tukang ojek gara-gara lupa bayar ongkos saat
naik ojek.
Dangan
wajah tidak bersalah gue memberanikan diri untuk mengetuk pintu kelas dan
berusaha masuk dan mengikuti mata kuliah yang sedang berlangsung.
Gue : Assaalamualaikum, maaf pak saya telat tadi
bangunnya kesiangan soalnya!!!
Dosen : Ya sudah, sana
duduk !!!
Gue : Makasih Pak!! “
Gue
langsung duduk di kursi kosong paling depan yang berada di tengah. Pas
berhadap-hadapan sama dosen yang lagi ngasi materi kuliah.
Beberapa
saat kemudian gue mulai merasa aneh dengan tatapan teman-teman sekelas gue,
seakan-akan mereka mengeluarkan aura hitam dari badan mereka dengan mata merah
menyala, mereka memandangi gue dengan tatapan sinis seakan-akan gue adalah
pemeran antagonis si Loki musuh besar
Ironman, Thor, Hulk, dan Hawkeye dalam Film The Avengers[5]
yang
patut dibunuh dan di binasakan.
Dan
saat itu gue baru sadar bahwa kelas yang gue tempati adalah kelas Fakultas
Ekonomi menejemen Semester 3 sedangkan gue adalah Mahasiswa baru Fakultas Ilmu
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Smester I (satu).
Gue
mulai memperhatikan suasana dan orang-orang sekitar gue, dengan kondisi shock
gue mulai bengong sendiri seakan-akan gue masuk kedunia lain dimana keanehan
mulai nampak ketika gue masuk kelas dan duduk diantara mereka seolah gue adalah
objek tak dikenal yang masuk tanpa izin dalam sidang sengketa tanah.
“Mampus.
Gue salah masuk kelas……… aduh begok banget gue, tadi gak nanya duluan ini kalas
apaan,” ujar gue dalam hati.
Saking
paniknya gue hampir aja kencing di celana gara-gara dosennya juga nanyain ke
gue kenapa gue masuk kelas itu saat mata kuliah berlangsung, tatapannya tajam
dengan mulut yang sedikit berbusa akibat
kelamaan ngasi materi dikelas.
Dosen : heh…kamu!!!
Gue : Saya pak?
Dosen : yah kamu…! kamu mahasiswa baru yah mas,
sepertinya saya belum pernah liat kamu sebelumnya di mata kuliah saya???
(Dengan ekspresi panik gue menjawab)
Gue : I-i-i-iyah Pak, saya baru masuk di kelas
ini, maaf pak saya salah kelas, maaf pak ganggu mata kuliahnya barusan…. (-_-)
Dosen : Ya sudah gak Apa-apa, Lain kali tanya dulu
mas sebelum masuk kelas jangan nyelonong gitu aja kaya ingus yang lagi di hirup
!!!! “ kata dosen.
Gue : Iya pak, maaf. Assalamualaikum!!
gue terburu-buru keluar
dari kelas sambil perlahan menutup pintu.
Untuk
kuliah perdana, yah bisa dibilang gue gagal untuk ikut mata kuliah perdana
layaknya mahasiswa siluman. Hanya masuk dalam absensi namun tidak terlihat
mahasiswanya.
Ibaratnya
kaya lagu Utopia - Antara ada dan tiada.
Namun menurut gue peristiwa ini adalah nasib terapes dalam sejarah saat pertama
masuk kuliah gara-gara kesiangan bangun buat kuliah.
Pada
hari pertama kuliah guepun terpaksa membolos gara-gara kesiangan di tambah
nyasar ke kelas lain[6] dengan membawa aib yang
gak bisa gue lupakan seumur hidup.
Dari
pada gue pulang ke rumah membawa malu mending gue nyari hiburan dengan cara
nyari lokasi tempat nongkrong yang pas buat gue nongkrong.
Dan
akhirnya gue pun memilih nongkrong di pasar eletronik di sebelah pasar ikan
deket kampus, tempat nongkrong gue yang satu ini naik satu tingkat lebih modern
di bandingkan tempat nongkrong gue waktu masih berada di Sekolah Menengah Atas
yaitu nongkrong di pasar sapi dekat pasar ikan. Setidaknya tempat ini lebih
elit dibandingkan tempat nongkrong gue sebelumnya.
Perjuangan
gue untuk masuk kuliah benar-benar menguras tenaga dan moral. Gimana gak, pas
ospek aja cobaan bertubi-tubi mulai
menghampiri gue.
Dia awal ospek aja, gue
dan teman-teman yang lain disuruh memakai pakaian yang tak lazim dipakai
manusia normal seperti memakai kemeja putih panjang, bercelana kain hitam,
memakai tas dari karung beras, memakai topi yang terbuat dari bola plastik yang
dibelah menjadi 2, di pakai di kepala layaknya tentara yang siap kerja bakti.
Dengan
memakai kaos kaki yang berwarna-warni dengan celana dimasukkan kedalam kaos
kaki sehingga terbentuklah karakter cowok cupu menyerupai orang- orangan sawah
pengusir burung yang siap de kerjain habis-habisan sama senior.
Di awal ospek kata-kata kotor dari kakak seniorpun sudah
terbiasa di telinga gue, cacian demi cacianpun mulai terlontar kepada gue hanya
karena hal sepele dan gak masuk akal. Dengan nada yang membentak senior gue
bilang.
Senior: Heh, lu, sini….!
Gue : Siapa? Saya kak?
Senior: Iyah, lu, gobl*k…!
ayo sini….!
Gue : Ada apa kak??
Senior: Lu tahu, salah lu
apa?
Gue : Gak tau kak! Emank apaan ka?
Senior:
Pake nanya lagi, salah lu adalah lu jadi junior gue. Jadi junior itu selalu
salah di mata senior. Ngerti !
Gue : Iya kak ngerti !
Senior:
Sekarang lu gue hukum, lu harus ngerayu pohon beringin itu, kalo perlu, lu
gelitikin tu pohon sampai tu pohon bisa ketawa.
Gue : Tapi kak!!!!
Senior:
Jangan ngebantah, lakuin aja apa yang gue suruh bego…!
Gue : Iiiii… iya, kak!
Gue
pun sebagai mahasiswa baru gak berani menolak perintahnya walaupun itu sangat
memalukan bagi gue, udah tergambar di otak gue pengen ngasi jurus Kame-hame tu
sama senior gue, tapi gue sadar ini dunia nyata yang gak bisa jadi kenyataan. Alih-alih
niat mau kuliah malah berubah jadi pendidikan gembel susah move on gini.
Tugas
pertama menjadi calon mahasiswa gak sesuai dengan apa yang gue bayangin, justru
ini adalah neraka pertama gue saat masuk kuliah. Gue kira ini bakalan menjadi
kisah komedi lucu yang akan gue kenang seumur hidup gue, ternyata gue salah.
Cerita
komedi itu berubah menjadi cerita tragedi di mana gue menjadi gembel susah move on, dengan merayu-rayu pohon
beringin, seolah gue frustasi gara-gara keseringan ditolak manusia dan akhirnya
memilih pohon untuk menjadi gebetan gue.
Hari
demi hari pun berjalan sebagaimana mestinya yang tadinya gue ngerasa keren
karena gue udah menjadi mahasiswa, sekarang gue udah terbiasa dan udah mulai
biasa aja dengan tittle mahasiswa
yang gue dapat.
Gue
masih gak tau jenis mahasiswa macam apa gue karena gue masih mencari tau jati
diri gue sebagai mahasiswa jenis apa gue
ini.
Di
sini gue mulai menemukan teman-teman baru dengan spesies yang berbeda-beda
namun masih tergolong dalam jenis mahasiswa campuran.
Udah Gitu Aja…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar