Minggu, 06 Desember 2015

awal ngampus

Awal Ngampus


Berawal dari pertama masuk Universitas swasta di jawa timur, membuat gue bangga menjadi mahasiswa. Karena menurut gue Mahasiswa adalah awal di mana transisi dari ABG labil aja menuju ABG labil banget, dikarenakan tidak tentunya jadwal kuliah gara-gara di php-in sama dosen pengajar.
Status mahasiswa merupakan status terkeren yang pernah gue dapat, karena sebelumnya status yang pernah gue dapat adalah jomblo, HTS (Hubungan Tanpa Status) dan yang terakhir adalah status JLB yaitu kepanjangan (Jomblo Labil Banget).
Menurut artikel yang gue baca di Mbah Google, Mahasiswa adalah calon manusia intelek dari perguruan tinggi sebagai agen perubahan tentu memiliki banyak karakteristik dan kepribadian berbeda-beda sehingga membuat satu sama lain menjadi gak sama[1].
Jika dilihat dari sudut pandang kepribadianya pun dalam menyikapi persoalan kondisi lapangan tentang kuliah pun beragam, ada yang karena paksaan orang tua, ataupun motivasi diri untuk menjadi sukse di kemudian hari.
Meski tujuan mereka berbeda namun tugas mahasiswa sebagai agen perubahan tentu harus tetap di laksanakan sebagai kewajiban mereka sebagaimana layaknya mahasiswa.
Walau memiliki karakteristik dan perbedaan yang beragam namun tetap harus menjaga persaudaraan antar sesama mahasiswa agar tetap solid, karena kita tahu perbedaan itu indah, dan tak selamanya selingkuh itu indah.
Berikut adalah kelompok-kelompok mahasiswa yang tercipta akibat korban pendididikan saat berada di kampus. Diantaranya adalah :
  1. Mahasiswa kupu-kupu
Kupu-kupu? Alias KUliah PUlang-KUliah PUlang, mahasiswa tipe ini paling males banget ikut yang namanya organisasi kampus dan anti banget sama yang namanya aktivis, prinsipnya adalah kuliah untuk belajar dan terus belajar dengan moto hidup: tiada hari tanpa belajar.
Kebiasaan datang paling awal (mungkin buka gerbang kampus kali yah, gantiin tugas satpam) atau duduk paling depan biar kelihatan dan di perhatikan sama dosen pengaja, Mahasiswa ini selalu menjunjung tinggi absen dalam dirinya dan berkomitmen selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat mahasiswa dengan cara rajin mengisi absen saat kuliah meski IPK pas-pasan.
Mahasiswa jenis ini paling sering dijumpai, bersifat pasif di kampus akan pergerakan-pergerakan dan paling cinta banget dengan IPK, pokoknya dipertahanin banget jangan sampai dapet nilai B, bahkan parahnya sering membuat status dengan hastag #saveIPK
  1. Mahasiswa kura-kura
Yang satu ini hampir 180° kebalikan dari yang pertama tadi, tiada hari tanpa organisasi alias ‘KUliah RApat-KUliah RApat’, intinya organisasi nomer satu di hati dengan moto hidup “banyak organisasi banyak rezeki” jarang perhatian dengan tugas yang menumpuk karena lebih sering menyusun laporan kegiatan.
Banyak organisasi yang diikuti bahkan ikut beberapa UKM[2] juga dengan alasan belajar itu gak cuma sama dosen.
Mahasiswa jenis ini kebanyakan walau jarang belajar namun IPK mereka tergolong tinggi, karena aktif di kelas dengan segudang pertanyaan yang diajukan kepada dosen maupun pada temennya saat presentasi, banyak omongnya sampai gak nyambung di sambung-sambungin.
  1. Mahasiswa kunang-kunang
Mahasiswa yang satu ini hidupnya terkadang gak jelas banget dan mempunyai pola hidup yang sering memanfaatkan waktu luang saat kuliah untuk nangkring disegala sudut kampus dengan moto
Nangkring is My Live.”
 Sama kaya jailangkung, pulang tak di antar datang tak dijemput, alias ngilang mulu dikit-dikit kantin dengan kebiasaan ‘KUliah NAngkring- KUliah NAngkring’, sembari menghilangkan kebosanan terhadap mata kuliah yang semakin hari semakin susah bersama teman senasib dan se-visi-misi dan seperjuangan, mereka lebih memilih nangkring di kantin seharian, semalaman, bahkan mendirikan tenda di kantin saking cintanya mereka terhadap kantin.
Tipe ini mempunyai kebiasaan datang terlambat dan cuek banget sama dosen, gak ngrasa salah udah telat, maklum kerjaannya tiap malem begadang di perempatan dengan segelas kopi, jadinya gitu deh! Bangun kesiangan.
Selain itu mahasiswa jenis ini sering mengabaikan tugas, dengan mengandalkan temannya untuk di contek, gak bener gak papa deh yang penting “ngumpulkan tugas daripada gak ngumpulin!!” Bener banget gan prinsipnya. Menjalani kuliah santai baget dengan moto hidup “jalani hidup seperti air mengalir,” di buat selow wae.
  1. Mahasiswa Kubis
Nah yang satu ini kebayakan anak ekonomi, perhitungan banget, kalau kuliah bisa depet uang kenapa enggak! Alias KUliah BISnis, berangkat ke kampus bawa catalogue baju, daleman, kerudung, bahkan binatang-binatang ternak dan perlengkapan busana lainnya.
Kebanyakan aktifitas seperti ini dijadikan kesempatan untuk nambah penghasilan kuliah sembari berbisnis di area kampus, bahkan barang dagangannya dibawak ke kampus buat ditawarin ke temen sendiri atau mempromosikan barangnya kepada dosen dengan embel-embel potongan harga atau kreditan bulanan.
Bahkan di kelas pun sistem untung-rugi! Ada yang titip foto copy gak? Beli buku? Dan kebutuhan sehari-hari lainya. Seperti perusahaan jasa gitu,mencari kesempatan dalam kesempitan yang direncanakan.
Pokoknya dapat penghasilan tambahan di dalam kelas, dan selalu memiliki prinsip “Time is money” dimanapun ia berada.
Mahasiswa tipe ini, kamu harus hati-hati saat ingin ketemu teman lama pasti ada maksud tertentu, modus lah istilahnya, dengan menawarkan produk MLM[3]-nya dan lebih parah lagi status FBnya MLM semua! Dengan moto hidup ”kuliah kerja nyata” emang sih kuliah kebanyakan cuma teori doang.
Mahasiswa seperti ini sangat peka terhadap teknologi sehingga tidak hanya menjual saja namun sekaligus menjadi mempromosikannya lewat jejaring social, seperti FB, Twitter, BBM dll. Yang menjadi target utama eksekusinya adalah mahasiswa dan dosen. Bahkan mahasiswa ini membuat grup ONLINE SHOP di BBMnya dan menambahkan semua temannya ke grup yang telah ia buat.
  1. Mahasiswa kuda-kuda
Mahasiswa tipe seperti ini aktivis banget, karena mereka tau apapun pekerjaan maupun kesibukan tugas sebagai pendakwah adalah kewajiban dengan istilah mahasiswa KUliah DAkwah- KUliah DAkwah.
 Mahasiswa seperti ini perlu dicontoh dan ditauladani, meski keberadaannya tergolong jarang di kampus namun sikap optimis mereka tak pernah lekang oleh waktu dalam mengsyiarkan ajaran Islam di area kampus dan sekitarnya.
Mengemban amanah sebagai ujung tombak perubahan hidupnya, untuk menyongsong kebangkitan islam akhir zaman serta mengajak para mahasiswa untuk melaksanakan kebaikan sesuai dengan syariat.
Pergerakan mereka biasanya dalam naungan LDK[4]. Mahasiswa tipe ini istiqomah banget gan! Berangkat ke kampus langsung menuju masjid, pulang dari kampus masjid lagi.
Bahkan banyak diantaranya sampai tinggal di masjid dan musollah kampus, hatinya udah terikat sama yang namanya mesjid dan musollah. Dimana ada musollah/mesjid disitulah dia berpijak dan mulai berdakwah dan selalu mempunyai prinsip “dakwah adalah kewajiban, dan kewajiban adalah dakwah,” dengan moto hidup.
“Sampaikanlah Walau Satu Ayat.”
Dari beberapa jenis mahasiswa yang sudah gue baca dari artikel online, Gue sendiri masih gak tau kalau gue termasuk jenis mahasiswa yang mana dan apa, yang jelas dengan keadaan bersemangat, gue mulai terburu-buru masuk kuliah.
Untuk pertama kalinya dengan tergesa-gesa berlari menuju kelas, dimana saat itu mata kuliah yang gue tempuh sudah dimulai dan gue kesiangan bangun gara-gara gue gak bisa tidur mikirin pengen buru-buru pagi dan keburu pengen masuk kuliah.
Namun nasi sudah menjadi bubur dan buburpun sudah tak bisa menjadi agar-agar, gara-gara terlalu bersemangat,gue malah kebablasan bangun karena semalaman gak bisa tidur sampai larut menjelang jam 2 pagi.
Padahal jadwal gue kuliah adalah jam 09.00 WIB dan gue malah bangun jam 09.01 WIB. Dengan terburu-buru, gue mulai ke kamar mandi, tentunya saat itu gue gak mungkin buat mandi karena waktu sudah menujukkan batas kuota yang sudah di tentukan untuk gue kuliah.
Hanya bermodal air lima jari untuk mengusap wajah dan air dua jari yang gue usapkan kepada kedua selah pinggir mata untuk membersihkan belek yang menempel  dimata.
Gue berangkat kuliah dengan apa adanya tanpa membawa sehelai alat tulispun ditangan gue dan hanya bermodal nekad untuk minjem pulpen dengan kertas sama teman baru pas dosen ngajar.
Saat gue sampai ke halaman kampus, gue berlari sekuat tenaga layaknya kriminal kelas kakap yang lagi di kejar-kejar tukang ojek gara-gara lupa bayar ongkos saat naik ojek.
Dangan wajah tidak bersalah gue memberanikan diri untuk mengetuk pintu kelas dan berusaha masuk dan mengikuti mata kuliah yang sedang berlangsung.
Gue    : Assaalamualaikum, maaf pak saya telat tadi bangunnya kesiangan soalnya!!!
Dosen : Ya sudah, sana duduk !!!
Gue    : Makasih Pak!! “
Gue langsung duduk di kursi kosong paling depan yang berada di tengah. Pas berhadap-hadapan sama dosen yang lagi ngasi materi kuliah.
Beberapa saat kemudian gue mulai merasa aneh dengan tatapan teman-teman sekelas gue, seakan-akan mereka mengeluarkan aura hitam dari badan mereka dengan mata merah menyala, mereka memandangi gue dengan tatapan sinis seakan-akan gue adalah pemeran antagonis  si Loki musuh besar Ironman, Thor, Hulk, dan Hawkeye dalam Film The Avengers[5] yang patut dibunuh dan di binasakan.
Dan saat itu gue baru sadar bahwa kelas yang gue tempati adalah kelas Fakultas Ekonomi menejemen Semester 3 sedangkan gue adalah Mahasiswa baru Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Smester I (satu).
Gue mulai memperhatikan suasana dan orang-orang sekitar gue, dengan kondisi shock gue mulai bengong sendiri seakan-akan gue masuk kedunia lain dimana keanehan mulai nampak ketika gue masuk kelas dan duduk diantara mereka seolah gue adalah objek tak dikenal yang masuk tanpa izin dalam sidang sengketa tanah.
“Mampus. Gue salah masuk kelas……… aduh begok banget gue, tadi gak nanya duluan ini kalas apaan,” ujar gue dalam hati.
Saking paniknya gue hampir aja kencing di celana gara-gara dosennya juga nanyain ke gue kenapa gue masuk kelas itu saat mata kuliah berlangsung, tatapannya tajam dengan mulut yang sedikit  berbusa akibat kelamaan ngasi materi dikelas.
Dosen : heh…kamu!!!
Gue    : Saya pak?
Dosen : yah kamu…! kamu mahasiswa baru yah mas, sepertinya saya belum pernah liat kamu sebelumnya di mata kuliah saya??? (Dengan ekspresi panik gue menjawab)
Gue    : I-i-i-iyah Pak, saya baru masuk di kelas ini, maaf pak saya salah kelas, maaf pak ganggu mata kuliahnya barusan…. (-_-)
Dosen : Ya sudah gak Apa-apa, Lain kali tanya dulu mas sebelum masuk kelas jangan nyelonong gitu aja kaya ingus yang lagi di hirup !!!! “ kata dosen.
Gue    : Iya pak, maaf. Assalamualaikum!!
gue terburu-buru keluar dari kelas sambil perlahan menutup pintu. 
Untuk kuliah perdana, yah bisa dibilang gue gagal untuk ikut mata kuliah perdana layaknya mahasiswa siluman. Hanya masuk dalam absensi namun tidak terlihat mahasiswanya.
Ibaratnya kaya lagu Utopia - Antara ada dan tiada. Namun menurut gue peristiwa ini adalah nasib terapes dalam sejarah saat pertama masuk kuliah gara-gara kesiangan bangun buat kuliah.
Pada hari pertama kuliah guepun terpaksa membolos gara-gara kesiangan di tambah nyasar ke kelas lain[6] dengan membawa aib yang gak bisa gue lupakan seumur hidup.
Dari pada gue pulang ke rumah membawa malu mending gue nyari hiburan dengan cara nyari lokasi tempat nongkrong yang pas buat gue nongkrong.
Dan akhirnya gue pun memilih nongkrong di pasar eletronik di sebelah pasar ikan deket kampus, tempat nongkrong gue yang satu ini naik satu tingkat lebih modern di bandingkan tempat nongkrong gue waktu masih berada di Sekolah Menengah Atas yaitu nongkrong di pasar sapi dekat pasar ikan. Setidaknya tempat ini lebih elit dibandingkan tempat nongkrong gue sebelumnya.
Perjuangan gue untuk masuk kuliah benar-benar menguras tenaga dan moral. Gimana gak, pas ospek aja cobaan bertubi-tubi  mulai menghampiri gue.
          Dia awal ospek aja, gue  dan teman-teman yang lain disuruh memakai pakaian yang tak lazim dipakai manusia normal seperti memakai kemeja putih panjang, bercelana kain hitam, memakai tas dari karung beras, memakai topi yang terbuat dari bola plastik yang dibelah menjadi 2, di pakai di kepala layaknya tentara yang siap kerja bakti.
Dengan memakai kaos kaki yang berwarna-warni dengan celana dimasukkan kedalam kaos kaki sehingga terbentuklah karakter cowok cupu menyerupai orang- orangan sawah pengusir burung yang siap de kerjain habis-habisan sama senior.
          Di awal ospek kata-kata kotor dari kakak seniorpun sudah terbiasa di telinga gue, cacian demi cacianpun mulai terlontar kepada gue hanya karena hal sepele dan gak masuk akal. Dengan nada yang membentak senior gue bilang.
Senior: Heh, lu, sini….!
Gue    : Siapa? Saya kak?
Senior: Iyah, lu, gobl*k…! ayo sini….!
Gue    : Ada apa kak??
Senior: Lu tahu, salah lu apa?
Gue    : Gak tau kak! Emank apaan ka?
Senior: Pake nanya lagi, salah lu adalah lu jadi junior gue. Jadi junior itu selalu salah di mata senior.  Ngerti !
Gue    : Iya kak ngerti !
Senior: Sekarang lu gue hukum, lu harus ngerayu pohon beringin itu, kalo perlu, lu gelitikin tu pohon sampai tu pohon bisa ketawa.
Gue    : Tapi kak!!!!
Senior: Jangan ngebantah, lakuin aja apa yang gue suruh bego…!
Gue    : Iiiii… iya, kak!
Gue pun sebagai mahasiswa baru gak berani menolak perintahnya walaupun itu sangat memalukan bagi gue, udah tergambar di otak gue pengen ngasi jurus Kame-hame tu sama senior gue, tapi gue sadar ini dunia nyata yang gak bisa jadi kenyataan. Alih-alih niat mau kuliah malah berubah jadi pendidikan gembel susah move on gini.
Tugas pertama menjadi calon mahasiswa gak sesuai dengan apa yang gue bayangin, justru ini adalah neraka pertama gue saat masuk kuliah. Gue kira ini bakalan menjadi kisah komedi lucu yang akan gue kenang seumur hidup gue, ternyata gue salah.
Cerita komedi itu berubah menjadi cerita tragedi di mana gue menjadi gembel susah move on, dengan merayu-rayu pohon beringin, seolah gue frustasi gara-gara keseringan ditolak manusia dan akhirnya memilih pohon untuk menjadi gebetan gue.
Hari demi hari pun berjalan sebagaimana mestinya yang tadinya gue ngerasa keren karena gue udah menjadi mahasiswa, sekarang gue udah terbiasa dan udah mulai biasa aja dengan tittle mahasiswa yang gue dapat.
Gue masih gak tau jenis mahasiswa macam apa gue karena gue masih mencari tau jati diri  gue sebagai mahasiswa jenis apa gue ini.
Di sini gue mulai menemukan teman-teman baru dengan spesies yang berbeda-beda namun masih tergolong dalam jenis mahasiswa campuran.
Udah Gitu Aja…


[1] Ya iyalah pasti gak sama, kan beda
[2] UKM = Unit Kreatifitas Mahasiswa
[3] MLM=Multi Level Marketing (Seles yang nyari member sehingga membernya punya member lagi dan member dari membernya mencari meber lagi terus gitu beranak binak sampai banyak  dan punya anak cucu)
[4] Lembaga Dakwah Kampus.
[5] The Avengers : Serial film yang di adaptasi dari Marvel komik (Pencipta Karakter Super Hero)
[6] Mahasiswa Lintas Kelas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar